![]() |
| Samuel Kristian Sitompul, Mahasiwa Prodi Hukum Universitas Lancang Kuning Riau |
ZONAKRIMINAL24.COM|PEKANBARU,- Pandangan Samuel Kristian Sitompul Mahasiswa Prodi Hukum Universitas Lancang Kuning tentang perburuhan di mata masyarakat, Gerakan perburuhan di dunia diawali dengan Revolusi Industri pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Kondisi kerja yang sangat buruk dengan jam kerja yang tidak semestinya mencapai 14 hingga 16 jam kerja sehari tanpa jaminan keselamatan kerja, karna para kaum buruh sudah dianggap sebagai “BUDAK” sampai akhirnya para pekerja bersepakat untuk berserikat menuntut hak.
Samuel Kristian Sitompul melihat bahwasanya pada zaman era modern saat ini menurut sudut pandang, perburuhan pada zaman abad ke-18 dengan abad ke-20 tidak ada bedanya, hanya setipis kulit bawang.
Lanjut Samuel, bahwa di zaman modern ini dikarenakan sarat dengan praktik perbudakan terhadap kaum buruh yang condong lebih terbuka ditambah dengan kemajuan teknologi IT.
Hal ini menurut Samuel kenapa bisa terjadi, dikarenakan kurang keterbukaan informasi dari pemerintah maupun perhatian dari pihak pemerintah sendiri dalam pembinaan, Khususnya Dinas Ketenagakerjaan, dimana perhatian baik melalui pelatihan maupun seminar atau sejenisnya sedikit mengarah kepada "OMON2" saja, Kata Samuel.
Salah satu yang nyata sebagai contoh yang saya perhatikan dimana keberadaan dan fungsi (BLK) yang kita kenal dulu Balai Latihan Kerja tidak berfungsi maksimal sebagaimana yang seharusnya, dan mungkin banyak yang kita tidak tau dimana lokasinya, Bahkan yang ada jelas ada, namun sekedar ada saja akan tetapi tidak berfungsi.
Jadi pandangan Samuel Kristian Sitompul sebagai Mahasiswa Prodi Hukum Universitas Lancang Kuning Pemerintah marilah lebih menghargai para Kaum Buruh, baik dengan sosialisasi di setiap Sekolah Menengah Tingkat Atas dan ataupun juga dari sejak dini, agar para kaum buruh tidak dipandang sebagai hanya pekerja atau budak semata, dimana para kaum buruh hanya sebagai alat transaksional dalam kepentingan pribadi maupun kelompok bahkan politik.
Suber : Samuel Kristian Sitompul
Editor : Jimmi
